Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Tahun 2025/2026: Download PDF dan DOC Terbaru

Tulisan ini memuat panduan lengkap tentang Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Tahun 2025/2026 yang dapat digunakan oleh guru sebagai acuan utama dalam menyusun pembelajaran tematik terpadu berbasis deep learning. Dalam konteks kurikulum Merdeka, IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan mata pelajaran yang menggabungkan dua disiplin ilmu agar siswa mampu memahami hubungan antara fenomena alam dan kehidupan sosial secara mendalam dan bermakna.

Melalui penerapan Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Tahun 2025/2026, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan solutif dalam menghadapi permasalahan nyata di sekitar mereka. Pendekatan deep learning dalam IPAS memungkinkan siswa memahami konsep sains dan sosial dengan keterlibatan aktif, kontekstual, serta berkesinambungan dari satu fase ke fase berikutnya.


A. Tabel Download Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4

Berikut contoh tabel download perangkat ajar deep learning IPAS Kelas 4 dalam format PDF dan DOC yang bisa digunakan oleh guru untuk persiapan tahun ajaran 2025/2026.

No.Nama FileDownload
1.Contoh 1: Kumpulan Lengkap Perangkat Ajar Deep Learning: Mapel IPAS Kelas 4Download PDF
2.Contoh 2: Kumpulan Lengkap Perangkat Ajar Deep Learning: Mapel IPAS Kelas 4Download DOC

Kedua contoh di atas dapat dijadikan acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan sekolah. Format PDF digunakan untuk referensi baku, sedangkan format DOC memudahkan guru dalam melakukan modifikasi atau penyesuaian terhadap konteks lokal dan capaian kurikulum.


B. Perangkat Ajar Deep Learning Mapel IPAS Kelas 4

Perangkat ajar deep learning pada mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dirancang untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan berbasis masalah nyata. IPAS di kelas 4 mengintegrasikan konsep dasar sains dengan aspek sosial agar siswa mampu memahami keterkaitan antara alam, lingkungan, dan kehidupan manusia.

Berikut komponen lengkap Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Tahun 2025/2026 yang wajib disiapkan oleh guru:


1. Capaian Pembelajaran (CP)

Capaian Pembelajaran adalah deskripsi kompetensi yang diharapkan dicapai peserta didik di akhir fase B (kelas 4 dan 5). CP IPAS berorientasi pada penguasaan pengetahuan, keterampilan ilmiah, dan sikap ilmiah dalam konteks sosial.

Capaian utama IPAS Kelas 4 meliputi:

  1. Memahami keteraturan dan perubahan pada makhluk hidup, benda, dan peristiwa di alam.
  2. Mengidentifikasi hubungan antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.
  3. Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam dan sosial.
  4. Mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah dan kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Guru perlu merujuk pada CP ini untuk memastikan setiap aktivitas pembelajaran berkontribusi langsung terhadap kompetensi yang dituju.


2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) merupakan susunan tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis untuk mencapai CP. Dalam deep learning, ATP dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal fakta, melainkan memahami konsep dan mengaplikasikannya dalam konteks nyata.

Contoh ATP IPAS Kelas 4:

  • Pertemuan 1–4: Siswa memahami siklus air dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.
  • Pertemuan 5–8: Siswa mengenali bentuk interaksi manusia dengan lingkungan sosial dan alam.
  • Pertemuan 9–12: Siswa menganalisis perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia.
  • Pertemuan 13–16: Siswa mampu membuat proyek sederhana tentang upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

ATP ini berfungsi sebagai peta jalan pembelajaran yang memandu guru dalam menyiapkan kegiatan belajar berkelanjutan dan bermakna.


3. Modul Ajar Deep Learning

Modul ajar adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan dengan pendekatan deep learning agar siswa mampu memahami konsep IPAS secara mendalam. Modul ini berisi rancangan aktivitas yang melibatkan eksplorasi, eksperimen, dan refleksi.

Komponen penting dalam modul ajar IPAS:

  • Identitas modul dan tujuan pembelajaran.
  • Kegiatan pembelajaran berbasis inquiry atau proyek (Project-Based Learning).
  • Alat dan bahan eksplorasi ilmiah.
  • Rubrik penilaian proses dan hasil.
  • Refleksi siswa terhadap pembelajaran.

Contoh aktivitas deep learning IPAS kelas 4:

  1. Eksperimen: Mengamati proses penguapan air di lingkungan sekolah.
  2. Diskusi Kritis: Menyusun solusi mengatasi banjir di lingkungan rumah.
  3. Proyek Mini: Membuat poster tentang siklus air dan pelestarian alam.

Kegiatan semacam ini menanamkan pemahaman yang mindful (sadar), durable (bertahan lama), dan meaningful (bermakna).


4. Program Semester (Promes) dan Program Tahunan (Prota)

Kedua perangkat ini berfungsi sebagai panduan jangka panjang agar pembelajaran IPAS berlangsung terencana dan terukur.

Program Tahunan (Prota):

  • Menentukan jumlah minggu efektif dan topik pembelajaran selama setahun.
  • Menyusun urutan tema IPAS yang saling berkesinambungan.

Program Semester (Promes):

  • Mengatur pembagian materi per semester, misalnya:
    • Semester 1: Konsep energi, siklus air, dan makhluk hidup di sekitar.
    • Semester 2: Perubahan lingkungan, interaksi sosial, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Dengan adanya Prota dan Promes, guru dapat mengatur strategi pembelajaran agar seluruh materi tersampaikan tanpa terburu-buru atau terlewat.


5. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

KKTP menjadi acuan guru untuk menilai sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran. Dalam konteks deep learning, penilaian tidak hanya menitikberatkan pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir siswa.

Contoh KKTP untuk IPAS kelas 4:

  • Siswa mampu menjelaskan proses perubahan air menjadi hujan.
  • Siswa menunjukkan perilaku menjaga kebersihan lingkungan.
  • Siswa mengidentifikasi hubungan antara kegiatan manusia dengan keseimbangan alam.
  • Siswa menyajikan hasil eksperimen secara lisan dan tulisan dengan bahasa yang runtut.

Guru dapat menilai menggunakan observasi, portofolio, jurnal refleksi, dan penugasan proyek.


6. Materi PowerPoint dan Buku Bahan Ajar

Agar pembelajaran IPAS lebih menarik dan interaktif, guru dapat menyiapkan:

  • PowerPoint Pembelajaran: berisi ilustrasi gambar proses sains (misalnya, siklus air, sistem pernapasan, atau rantai makanan).
  • Buku Bahan Ajar: bisa berupa buku IPAS resmi dari Kemendikbudristek, buku pengayaan ilmiah, atau modul hasil pengembangan sekolah.

Bahan ajar ini membantu guru menjelaskan konsep ilmiah dengan visualisasi yang mudah dipahami siswa kelas 4 yang masih berada pada tahap berpikir konkret-operasional.


7. Manfaat Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4

Penerapan perangkat ajar berbasis deep learning memberikan berbagai manfaat nyata:

Bagi Guru:

  1. Membantu merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa.
  2. Memudahkan proses penilaian yang autentik dan objektif.
  3. Menjadi acuan dalam evaluasi hasil belajar berbasis kompetensi.

Bagi Siswa:

  1. Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap alam sekitar.
  2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis.
  3. Mengembangkan nilai tanggung jawab sosial dan ekologis.

Dengan perangkat ajar ini, pembelajaran IPAS menjadi sarana menumbuhkan kesadaran ilmiah serta karakter peduli lingkungan sejak dini.


Penutup

Sebagai penutup, Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Tahun 2025/2026 merupakan dokumen penting yang wajib dipersiapkan oleh guru untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pemahaman mendalam. Melalui pendekatan deep learning, siswa tidak hanya menguasai konsep-konsep IPAS secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata dengan kesadaran ekologis dan sosial yang tinggi.

Dengan perangkat ajar yang disusun secara sistematis dan lengkap, guru dapat melaksanakan pembelajaran yang aktif, reflektif, dan kontekstual. Penerapan Perangkat Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Tahun 2025/2026 diharapkan menjadi langkah strategis menuju pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Related posts