Analisislah keunggulan dan kelemahan dari setiap produk!
Pembahasan:
a. Saham
Keunggulan
Tidak memerlukan perawatan
Tidak membutuhkan rekruitmen karyawan baru
Terdapat Bursa Efek Indonesia yang merupakan tempat memperjualbelikan saham dan mempertemukan pihak penjual serta pembeli saham (Likuid)
Nilai saham mudah dipantau, baik di media cetak maupun media elektronik.
Tidak perlu membayar pajak selama memilikinya.
Kelemahan
Karena tidak adanya pegawai maka kamu sendiri harus memantau investasi saham tersebut.
Akibat harga saham yang mudah dipantau, dapat mempengaruhi psikologis investornya.
Karena likuid, terkadang menjadikannya terlalu fluktuatif (naik-turun, tidak tetap).
Posisi return yang tinggi terkadang juga berpotensi rugi karena salah memilih saham.
Capital Loss: investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.
b. Surat Obligasi
Keunggulan
Investasi obligasi bisa dibilang merupakan investasi yang keamanannya lebih terjamin. Pasalnya, transaksi pembayarannya telah dijamin oleh UU No. 24 Tahun 2002. Keamanan ini berlaku terutama jika kamu melakukan investasi pada obligasi yang dikeluarkan oleh negara.
Menerima keuntungan berupa bunga atau kupon. Semakin panjang jangka waktu obligasi, semakin tinggi nilai kupon yang akan kamu dapatkan nanti.
Pendapatan yang terjamin. Investasi obligasi cocok digunakan untuk dana pensiun ketika kamu sudah tua nanti.
Kelebihan lain dari investasi obligasi adalah kamu bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli yang dilakukan ketika diperdagangkan.
Bunga dari obligasi lebih besar jika dibandingkan dengan deposito. Dengan demikian, ada kemungkinan kamu akan meraup hasil yang tinggi dari obligasi.
Kelemahan
Tidak bisa dicairkan setiap saat. Berbeda halnya dengan saham, obligasi tidak bisa dicairkan setiap saat ketika kamu sedang membutuhkan dana darurat.
Salah satu kekurangan investasi obligasi adalah uang kamu memiliki risiko tidak kembali. Apabila perusahaan yang kamu investasikan mengalami kerugian, bisa dipastikan investor tidak akan memperoleh keuntungan, bahkan seluruh pokok utang tidak kembali.
Risiko tingkat bunga dari obligasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan saham. Suku bunga mempengaruhi langsung nilai obligasi. Apabila kamu menjualnya sebelum masuk waktu jatuh tempo, kamu akan mengalami kerugian.
c. Reksadana
Keunggulan
Dana investasi dikelola oleh Manajer Investasi profesional, sehingga investor tidak perlu repot mengelola investasi sendiri.
Likuiditas tinggi, yaitu investasi dapat dicairkan/dijual kapan saja dengan menggunakan harga NAB yang berlaku saat penjualan.
Banyak pilihan produk sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Investasi Reksa Dana dapat dibeli dengan modal sedikit.
Diversifikasi yaitu mengurangi risikokerugian investasi.
Kelemahan
Risiko berkurangnya nilai investasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio Reksa Dana tersebut.
Risiko likuiditas, yaitu terlambat dibayarnya perintah penjualan.
Risiko umum pasar modal seperti perubahan kondisi ekonomi dan politik.
Risiko bangkrutnya saham dan obligasi yang menjadi portofolio Reksa Dana.
d. Derivatif
Keunggulan
Derivative dapat menjadi alat yang berguna untuk bisnis dan investor. Mereka menyediakan cara untuk mengunci harga, melakukan lindung nilai terhadap pergerakan harga yang tidak menguntungkan, dan mengurangi risiko, kerap dengan biaya terbatas. Selain itu, derivative sering dapat dibeli dengan margin, yaitu dengan dana pinjaman yang menjadikannya lebih murah.
Kelemahan
Sisi negatifnya, derivatif sulit dinilai karena didasarkan pada harga aset lain. Risiko untuk derivative OTC termasuk risiko yang sulit diprediksi atau dinilai.
Sebagian besar derivative juga sensitif terhadap perubahan jumlah waktu kedaluwarsa, biaya memegang aset dasar, dan suku bunga. Variabel ini membuat sulit untuk mencocokkan nilai derivative dengan aset yang mendasarinya.