Apa Tujuan Sekolah Yang Berkaitan Dengan Nilai-Nilai Moral, Sesuai Dengan 8 Tujuan Sekolah Yang Dirumuskan Oleh Dewan Konsultatif Pendidikan Di Sekolah Pada Tahun 1977?

Dalam PPG 2025, terdapat soal penting yang menanyakan apa tujuan sekolah yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, sesuai dengan 8 tujuan sekolah yang dirumuskan oleh Dewan Konsultatif Pendidikan di Sekolah pada tahun 1977. Soal ini menggugah pemahaman mendalam mengenai peran pendidikan dalam membentuk karakter dan nilai-nilai luhur pada peserta didik, bukan hanya pada aspek kognitif semata. Memahami apa tujuan sekolah yang berkaitan dengan nilai-nilai moral sangat penting bagi para guru, terutama mereka yang sedang menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG), karena menjadi bagian integral dari filosofi pendidikan dan pendidikan nilai.

Latar Belakang Tujuan Moral Dalam Pendidikan

Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang pandai secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang utuh secara moral dan sosial. Dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 1977 oleh Dewan Konsultatif Pendidikan di Sekolah, ditetapkan 8 tujuan utama sekolah yang mencakup berbagai aspek perkembangan siswa. Salah satu yang menonjol adalah upaya menanamkan nilai-nilai moral yang universal, seperti penghormatan terhadap diri sendiri, orang lain, dan kehidupan bersama yang harmonis.

Read More

8 Tujuan Sekolah Menurut Dewan Konsultatif Pendidikan Tahun 1977

Berikut ini adalah daftar 8 tujuan sekolah yang disusun oleh Dewan Konsultatif Pendidikan di Sekolah pada tahun 1977, yang kemudian dijadikan referensi dalam pembelajaran PPG 2025.

Daftar: Delapan Tujuan Sekolah

  1. Membantu anak-anak mengembangkan pemikiran yang hidup dan rasa ingin tahu yang tinggi.
  2. Memberikan kemampuan untuk bertanya, berargumen secara rasional, dan menyikapi tugas dengan tanggung jawab.
  3. Menanamkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, diri sendiri, orang lain, serta toleransi terhadap perbedaan.
  4. Membantu anak-anak memahami dunia dan saling ketergantungan antarbangsa.
  5. Mengembangkan keterampilan sosial untuk berpartisipasi dalam masyarakat demokratis.
  6. Menumbuhkan semangat kerja sama dan tanggung jawab kolektif.
  7. Memberikan keterampilan praktis untuk kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
  8. Menyediakan dasar untuk pembelajaran seumur hidup (lifelong learning).

Fokus Pada Tujuan Moral: Apa yang Ditekankan?

Dari kedelapan poin tersebut, yang paling terkait langsung dengan pertanyaan dalam PPG 2025 adalah tujuan nomor 3:

“Menanamkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, terhadap orang lain dan terhadap diri sendiri, serta toleransi terhadap ras, agama, dan cara hidup lain.”

Penjabaran Nilai-Nilai Moral

Nilai-nilai moral yang dimaksud mencakup:

  • Rasa hormat terhadap sesama: Mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan pendapat, latar belakang, dan budaya.
  • Tanggung jawab pribadi: Mengembangkan kepekaan terhadap akibat dari tindakan mereka terhadap orang lain.
  • Toleransi: Menghargai dan hidup berdampingan secara damai dengan keragaman dalam masyarakat.
  • Kejujuran dan integritas: Bertindak secara jujur dan menjaga prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari.
  • Empati dan solidaritas: Mampu merasakan dan memahami kondisi orang lain serta bertindak untuk kebaikan bersama.

Tabel: Perbandingan Antara Tujuan Kognitif dan Tujuan Moral Sekolah

Aspek TujuanFokus UtamaContoh Praktik di Sekolah
Tujuan KognitifPengembangan intelektual, pemahaman konsep akademikPelajaran sains, matematika, keterampilan berpikir
Tujuan MoralPenanaman nilai-nilai etika dan sosialPendidikan karakter, diskusi etika, kegiatan sosial

Implementasi Tujuan Moral Dalam Kurikulum PPG 2025

Dalam kurikulum PPG 2025, nilai-nilai moral ini dipelajari melalui berbagai modul, khususnya Modul 3 FPPN Topik 3 yang menekankan pentingnya kode etik guru serta pembelajaran nilai melalui keteladanan dan internalisasi. Guru bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga aktor moral yang harus menunjukkan perilaku teladan dalam setiap tindakannya.

Peran Guru Dalam Menghidupkan Nilai Moral

Seorang guru memegang peran penting dalam membawa tujuan moral sekolah menjadi nyata di ruang kelas.

Tugas Guru Dalam Pendidikan Moral:

  • Menjadi teladan hidup dalam nilai-nilai yang diajarkan.
  • Menyisipkan nilai dalam pembelajaran seperti toleransi, empati, dan tanggung jawab.
  • Membangun lingkungan kelas yang mendorong kebebasan berpikir dan menghargai perbedaan.
  • Menyediakan ruang diskusi untuk isu-isu moral dan sosial.

Soal dan Jawaban PPG 2025

Soal:

Apa tujuan sekolah yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, sesuai dengan 8 tujuan sekolah yang dirumuskan oleh Dewan Konsultatif Pendidikan di Sekolah pada tahun 1977?

Pilihan Jawaban:

A. Membantu anak-anak mengembangkan pemikiran yang hidup dan penuh rasa ingin tahu; memberi mereka kemampuan untuk bertanya dan berargumen secara rasional, dan menyikapi semua tugas yang diberikan
B. Menanamkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, terhadap orang lain dan terhadap diri sendiri, serta toleransi terhadap ras, agama dan cara hidup lain
C. Membantu anak-anak memahami dunia tempat kita tinggal, dan saling ketergantungan negara-negara
D. Mengembangkan keterampilan praktis untuk masa depan dan dunia kerja

Jawaban yang Benar: B. Menanamkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, terhadap orang lain dan terhadap diri sendiri, serta toleransi terhadap ras, agama dan cara hidup lain

Untuk membantu menjawab soal-soal seperti ini, silakan akses Semua Kunci Jawaban PPG 2025


Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa apa tujuan sekolah yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, sesuai dengan 8 tujuan sekolah yang dirumuskan oleh Dewan Konsultatif Pendidikan di Sekolah pada tahun 1977 adalah untuk menanamkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, terhadap orang lain dan terhadap diri sendiri, serta toleransi terhadap ras, agama dan cara hidup lain. Tujuan ini sangat relevan dalam konteks PPG 2025, di mana guru dituntut tidak hanya mengajar materi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang bermoral, toleran, dan mampu hidup dalam masyarakat majemuk. Melalui pemahaman yang baik terhadap materi ini, guru dapat menjalankan perannya sebagai pendidik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana dan beretika.

Related posts