MPLS Kelas 5 SD 2026/2027: Panduan Kegiatan, Contoh Program, Jadwal, dan Materi Pembiasaan

MPLS Kelas 5 SD 2026/2027 adalah program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa kelas 5 yang dilaksanakan pada hari-hari pertama tahun ajaran baru. Kegiatan ini dirancang inklusif dan ramah (MPLS Ramah) serta bebas biaya, bertujuan membantu murid baru mengenal potensi diri, warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, teman), kurikulum, dan lingkungan sekolah. Pelaksanaan MPLS diatur dalam Permendikbud Nomor 12 Tahun 2026, yang menetapkan durasi 5 hari pada minggu pertama. Dalam dua paragraf pengantar ini, kita mengulas ringkasan penting kegiatan MPLS Kelas 5 SD. Paragraf pertama membahas definisi dan tujuan umum MPLS, sedangkan paragraf kedua menekankan prinsip ramah serta sejumlah materi pembiasaan karakter yang akan dikenalkan.

Hari pertama hingga kelima MPLS diisi dengan rangkaian kegiatan yang mendukung adaptasi siswa ke lingkungan SD. Sesuai buku panduan MPLS Ramah 2026, tiap hari dimulai dengan Pagi Ceria (senam bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, doa bersama) untuk menciptakan suasana belajar yang positif. Selain itu, selama MPLS peserta didik mengikuti materi pembiasaan karakter seperti Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia HebatBudaya Senyum-Salam-Sapa-SopanGerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), dan Gerakan Rukun Sama Teman. Kegiatan ini tidak hanya fokus pengenalan fisik sekolah, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif sehari-hari. Panduan resmi MPLS Ramah 2026 menegaskan larangan praktik perpeloncoan, pungutan biaya, penggunaan atribut tidak edukatif, maupun melibatkan pihak eksternal yang tidak relevan. Semua kegiatan harus inklusif dan menyenangkan, sehingga anak merasa aman, nyaman, dan termotivasi belajar sejak hari pertama.

Panduan Kegiatan MPLS Kelas 5 SD

Gambar di atas memperlihatkan suasana hangat pertemuan murid baru dengan guru dan orang tua di hari pertama MPLS. Guru memandu proses pengenalan sekolah di mana setiap siswa memperkenalkan diri kepada teman-temannya. Dalam Panduan MPLS Ramah 2026, disebutkan kegiatan MPLS Kelas 5 SD harus mencakup pengenalan diri dan lingkungan sekolah, penguatan nilai karakter, serta perkenalan kurikulum dan proses pembelajaran. Beberapa poin penting panduan tersebut antara lain:

  • Durasi MPLS: Diselenggarakan selama 5 hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. (Sekolah dapat menyesuaikan jadwal harian sesuai kebutuhan namun tetap mengikuti ketentuan 5 hari.)
  • Tujuan Utama: Membantu adaptasi murid baru dengan lingkungan SD; meliputi pengenalan warga sekolah (guru, karyawan, teman), lingkungan fisik sekolah (kelas, perpustakaan, laboratorium, perpaduan lain), kurikulum yang akan dipelajari, serta potensi diri masing-masing siswa.
  • Prinsip Ramah dan Bebas Biaya: MPLS bersifat inklusif (ramah, menghormati hak setiap anak) dan tanpa pungutan apapun. Semua kegiatan harus bermakna dan menggembirakan, menciptakan kesan pertama sekolah sebagai “rumah kedua” yang aman.
  • Kegiatan Perencanaan dan Evaluasi: Sebelum MPLS dilaksanakan, sekolah harus menyusun program, materi, dan jadwal secara matang. Setelah 5 hari kegiatan, dilakukan evaluasi untuk perbaikan tahun berikutnya.

Larangan-larangan dalam pelaksanaan MPLS juga diatur secara tegas, antara lain:

  • Tidak melakukan perpeloncoan atau kekerasan dalam bentuk apapun.
  • Tidak memungut biaya atau sumbangan terhadap siswa baru untuk kegiatan MPLS.
  • Tidak menggunakan atribut atau kostum tidak edukatif yang tidak relevan dengan tujuan pembelajaran.
  • Tidak melibatkan alumni sebagai penyelenggara utama MPLS; murid dan alumni tidak diperbolehkan mengorganisasi acara MPLS.
  • Memastikan hanya siswa yang memenuhi kriteria (misal lulusan kelas sebelumnya) yang dapat mengikuti MPLS.

Prinsip-prinsip di atas bertujuan agar kegiatan MPLS menjadi pengalaman bermakna bagi siswa baru, sebagaimana dinyatakan dalam pedoman resmi.

Contoh Program MPLS Kelas 5 SD

Kegiatan MPLS Kelas 5 SD dirancang interaktif dan menyenangkan. Misalnya, kegiatan senam pagi (Pagi Ceria) dilakukan bersama di lapangan dengan guru sebagai instruktur. Berikut adalah contoh program kegiatan MPLS selama 5 hari yang dapat diadaptasi oleh sekolah:

  • Tur Keliling Sekolah: Memperkenalkan fasilitas sekolah seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, kantin, dan taman bermain kepada murid baru. Tur ini bisa dibuat menyenangkan, misalnya menggunakan “peta harta karun” agar siswa mencari simbol tersembunyi di setiap ruangan.
  • Ice-breaking dan Perkenalan Diri: Permainan mengenal nama, bakat, atau cerita liburan. Contohnya, siswa saling berkenalan dengan bantuan balon nama atau permainan perkenalan bernuansa game. Selain itu, guru dapat memperkenalkan diri (nama, mata pelajaran, hobi) dengan cara menarik, misal melalui lagu pendek atau drama sederhana.
  • Senam Pagi Ceria dan Doa Bersama: Rutinitas setiap pagi berupa senam bersama (misalnya Senam Anak Indonesia Hebat) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di lapangan. Hal ini membiasakan kedisiplinan dan kebersamaan sejak awal.
  • Pengenalan Tata Tertib Sekolah: Guru menjelaskan peraturan dan budaya sekolah. Untuk membuatnya seru, penjelasan dapat diakhiri dengan kuis atau tanya jawab sederhana.
  • Pengenalan Warga Sekolah: Bertemu pimpinan sekolah (kepala sekolah), guru mata pelajaran, serta kakak kelas/OSIS. Murid baru diperkenalkan pada setiap guru dengan singkat, dan bisa diakhiri foto bersama atau salam perkenalan.
  • Pengenalan Kurikulum dan Kegiatan Belajar: Menjelaskan secara singkat mata pelajaran yang akan dipelajari di Kelas 5, termasuk pengantar tentang metode pembelajaran. Contoh: simulasi singkat pelajaran IPA/IPS atau menampilkan contoh karya sains sederhana.
  • Pengenalan Ekstrakurikuler: Kakak kelas dapat menampilkan ekstrakurikuler unggulan (drama, tari, pramuka, olahraga) agar siswa baru mengenal pilihan kegiatan tambahan di sekolah.
  • Kegiatan Kreatif dan Edukatif Lainnya: Misalnya Perpustakaan Ajaib (perpustakaan didekorasi layaknya dunia dongeng), Pameran Karya Seni siswa, Kreasi Daur Ulang dari barang bekas, atau Proyek Kebun Mini dengan menanam sayuran di pot sekolah.
  • Simulasi Keselamatan dan Kebersihan: Termasuk Misi Kebersihan Sekolah (siswa dibagi kelompok piket untuk membersihkan area tertentu) dan simulasi keselamatan (misalnya evakuasi ringan jika terjadi kebakaran).
  • Upacara atau Penutupan Menarik: Di akhir minggu MPLS, diadakan upacara ringan atau pertemuan penutup, misalnya serah terima jadwal belajar, pembagian kenang-kenangan, dan do’a bersama, dengan tetap menjaga nuansa formal tapi hangat.

Program di atas menekankan interaktivitas dan pembiasaan nilai positif. Contohnya, kegiatan senam pagi dan doa bersama bukan hanya sehat secara fisik, tapi juga membiasakan siswa merawat aspek rohani dan kebersamaan. Permainan nama-baloon mengasah kreativitas sambil membangun keakraban. Aktivitas kebersihan menanamkan tanggung jawab merawat sekolah. Dengan demikian, contoh program MPLS Kelas 5 SD menggabungkan pengenalan formal (kelas, guru, kurikulum) dengan pembelajaran kontekstual sesuai Kurikulum Merdeka dan budaya sekolah.

Jadwal Harian dan Mingguan MPLS Kelas 5 SD

Sebagai pedoman, jadwal MPLS Kelas 5 SD disusun untuk 5 hari penuh pada minggu pertama tahun ajaran. Contoh sederhana jadwal harian dapat dirancang sebagai berikut:

Hari MPLSRincian Kegiatan
Senin (Hari 1)– Pembukaan MPLS dan upacara singkat (ketua panitia menyambut).
– Pagi Ceria: Senam pagi dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
– Ice-breaking: Perkenalan nama dan cerita singkat lewat permainan kelompok.
– Pengenalan kelas dan struktur kelas (tata ruang, logo kelas, piket harian).
– Pengenalan guru dan teman baru; pembagian Keyakinan Kelas (target belajar).
Selasa (Hari 2)– Doa bersama pagi, dilanjutkan Pagi Ceria
– Tur sekolah: Keliling fasilitas (perpustakaan, laboratorium, kantin, UKS). 
– Pengenalan tata tertib sekolah (dengan kuis/tanya-jawab) 
– Permainan kelompok untuk mengenal fasilitas sekolah (misal peta harta karun).
Rabu (Hari 3)– Pagi Ceria (senam dan doa). 
– Pengenalan kurikulum dan mata pelajaran: Guru mata pelajaran utama memperkenalkan diri dan materi singkat. 
– Kunjungan ke ruang ekskul (olahraga, seni) dengan demontrasi singkat.
– Pengenalan lingkungan sekitar sekolah (jalan sekitar, teman satu wilayah domisili).
Kamis (Hari 4)– Pagi Ceria dan do’a bersama. 
– Materi Pembiasaan: Pengajian singkat dan keteladanan (mis. nilai-nilai Pancasila, gotong royong). 
– Permainan tradisional: mengenalkan budaya lokal.
– Kegiatan kebersihan: misi piket kelas atau kerja bakti ringan (menyapu, merapikan tanaman).
Jumat (Hari 5)– Pagi Ceria terakhir dan doa.
– Kuis/Seni: Misal presentasi kelompok kecil tentang hasil tur sekolah atau permainan edukatif (teka-teki MPLS).
– Refleksi bersama: diskusi singkat tentang kesan MPLS dan harapan ke depan. 
– Penutupan MPLS: Serah terima jadwal pelajaran reguler dan foto bersama kelas.

Tabel di atas hanya contoh jadwal. Sekolah dapat menyesuaikan urutan dan durasi setiap kegiatan. Yang penting adalah keseluruhan materi dapat tersampaikan dalam 5 hari, sesuai ketentuan Permendikbud. Pada setiap harinya, rutinitas pagi (senam, doa) mengawali agar siswa merasa segar dan disiplin sejak awal kegiatan. Jadwal semacam ini juga memastikan ada waktu untuk orientasi formal (kelas, guru), pembiasaan karakter, serta kegiatan kreatif dan reflektif.

Materi Pembiasaan di MPLS Kelas 5 SD

Salah satu fokus utama MPLS Ramah 2026 adalah materi pembiasaan; yaitu penanaman karakter dan kebiasaan positif sejak awal masuk sekolah. Berdasarkan pedoman Kemendikbud, berikut adalah materi-materi pembiasaan yang sebaiknya diterapkan selama MPLS:

  • Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH): Membentuk karakter dan kedisiplinan siswa dengan kebiasaan harian positif. Ketujuh kebiasaan tersebut antara lain bangun pagi tepat waktu, beribadah sesuai agama, berolahraga untuk kebugaran, makan bergizi, gemar belajar, aktif bersosialisasi di masyarakat, dan tidur cepat agar beristirahat cukup. Kegiatan seperti senam pagi, do’a bersama, dan pengingat waktu istirahat dapat membantu melatih kebiasaan ini.
  • Pagi Ceria: Aktivitas pembuka setiap hari saat MPLS. Program ini meliputi senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan do’a bersama. Tujuannya menciptakan semangat dan suasana positif sebelum pelajaran dimulai, sekaligus membiasakan kedisiplinan waktu (misalnya bangun pagi).
  • Sopan dan Santun Bermedia Sosial: Materi ini mengajarkan siswa menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Siswa belajar membiasakan penggunaan bahasa yang baik di dunia digital, meningkatkan literasi digital, melindungi data pribadi, serta menghindari hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan online. Meskipun siswa Kelas 5 SD belum aktif di media sosial, pembiasaan nilai ini mempersiapkan mereka menyambut era digital dengan etika tinggi.
  • Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S): Nilai-nilai sederhana namun penting untuk membangun lingkungan sekolah yang ramah. Senyum menciptakan suasana hangat, Sapa membuat hubungan antar siswa menjadi lebih akrab, Salam sebagai penghormatan saat bertemu, Sopan dan Santun tercermin dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari. Misalnya guru menyambut siswa dengan senyum, siswa saling menyapa saat berpapasan di koridor, atau mempraktikkan kata “tolong/terima kasih” dalam interaksi.
  • Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI): Program pembiasaan kebersihan dan keamanan sekolah. Siswa diajak memahami empat aspek: Aman (mis. keamanan fisik dan psikologis di sekolah), Sehat (penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti cuci tangan dan konsumsi makanan bergizi), Resik (kebersihan lingkungan melalui piket kelas, membuang sampah pada tempatnya, prinsip 3R), dan Indah (menjaga keindahan sekolah dengan menata taman, menjaga kerapian ruang belajar). Contohnya adalah kegiatan kerja bakti sekolah dan pelatihan kebersihan.
  • Gerakan Rukun Sama Teman (GRST): Pembiasaan positif untuk membangun hubungan sehat dan inklusif antar siswa. Melalui GRST, siswa diajak saling mendukung, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan peduli terhadap kesehatan mental satu sama lain. Nilai yang dikembangkan mencakup empati, gotong royong, keadilan, dan inklusivitas. Misalnya, siswa dilatih untuk memberikan dukungan kepada teman yang kesulitan atau berbagi tugas dalam kelompok secara adil, sehingga tercipta budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.

Penerapan materi-materi di atas selama MPLS menegaskan inti tujuan MPLS Ramah: bukan sekadar pengenalan bangunan fisik, tapi juga penumbuhan karakter unggul Pelajar Pancasila sejak dini. Setiap kegiatan MPLS harus mendorong pembiasaan positif tersebut, sehingga nilai-nilai berkelanjutan dapat dibawa siswa sepanjang tahun ajaran baru.

Demikian panduan lengkap yang memuat struktur kegiatan, contoh program kreatif, jadwal harian, dan fokus materi pembiasaan untuk MPLS Kelas 5 SD 2026/2027. Dengan acuan resmi dan perencanaan matang sesuai Permendikbud No. 12 Tahun 2026, sekolah dapat menyelenggarakan MPLS yang aman dan bermakna. Penerapan program dan jadwal di atas bertujuan membuat murid baru beradaptasi dengan rasa percaya diri, semangat, dan senang belajar. Semoga pelaksanaan MPLS Kelas 5 SD 2026/2027 berjalan lancar dan membantu membentuk karakter siswa Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

Related posts