Ringkasan Materi Kelas 11 yang Berkaitan dengan TKA Bahasa Indonesia
Materi Bahasa Indonesia kelas 11 yang berkaitan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perlu dipahami sebagai bekal untuk menghadapi bacaan yang menuntut kemampuan memahami informasi, menafsirkan makna, menarik kesimpulan, serta menilai isi dan penggunaan bahasa. Kisi-kisi TKA menjadi pegangan untuk menentukan kemampuan membaca dan materi kebahasaan yang perlu diprioritaskan.
Pada kelas 11, kemampuan tersebut dikembangkan lebih lanjut dibandingkan kelas 10. Siswa tidak hanya dituntut menemukan informasi yang tertulis secara langsung, tetapi juga harus mampu memahami hubungan antargagasan, membaca informasi tersirat, menganalisis teks sastra, memahami pilihan kata, serta menilai ketepatan penggunaan bahasa.
1. Pemahaman Teks Nonfiksi
Teks nonfiksi merupakan teks yang menyampaikan informasi, gagasan, pendapat, argumentasi, atau penjelasan mengenai suatu hal berdasarkan fakta maupun pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam TKA, siswa perlu terbiasa membaca teks seperti:
- artikel;
- teks eksposisi;
- teks argumentasi;
- laporan;
- tajuk rencana;
- artikel ilmiah populer;
- teks informasi;
- teks yang membahas persoalan sosial, pendidikan, lingkungan, teknologi, ekonomi, dan budaya.
Ketika membaca teks nonfiksi, jangan hanya mencari kalimat yang dianggap penting. Siswa harus memahami gagasan utama, gagasan pendukung, hubungan informasi, tujuan penulis, serta kesimpulan keseluruhan teks.
Ide Pokok
Ide pokok merupakan gagasan utama yang menjadi dasar pembahasan sebuah paragraf.
Contoh:
Penggunaan teknologi dalam pendidikan memberikan banyak manfaat. Siswa dapat memperoleh sumber belajar dari berbagai platform digital. Guru juga dapat menggunakan teknologi untuk menyediakan materi pembelajaran yang lebih beragam.
Ide pokok paragraf tersebut adalah:
Penggunaan teknologi dalam pendidikan memberikan banyak manfaat.
Kalimat berikutnya berfungsi menjelaskan atau mendukung gagasan tersebut.
Informasi Tersurat
Informasi tersurat adalah informasi yang dinyatakan secara langsung dalam teks.
Contoh:
Sekolah tersebut melaksanakan kegiatan literasi setiap hari Jumat.
Jika ditanyakan:
Kapan kegiatan literasi dilaksanakan?
Jawabannya dapat ditemukan secara langsung, yaitu setiap hari Jumat.
Kemampuan ini terlihat sederhana, tetapi siswa harus berhati-hati agar tidak memilih jawaban yang hanya terlihat mirip dengan informasi dalam teks.
Gagasan Pendukung
Gagasan pendukung berfungsi menjelaskan, memperkuat, memberikan contoh, atau memberikan bukti terhadap gagasan utama.
Hubungan sederhananya:
Gagasan utama → penjelasan → contoh/data → penguatan
Dengan memahami hubungan tersebut, siswa dapat menentukan informasi mana yang merupakan inti dan mana yang hanya berfungsi sebagai pendukung.
2. Fakta Dan Opini
Kemampuan membedakan fakta dan opini sangat penting dalam membaca teks argumentasi.
Fakta
Fakta merupakan informasi yang dapat dibuktikan atau diverifikasi kebenarannya.
Contohnya:
Air mendidih pada suhu tertentu dalam kondisi tekanan tertentu.
Pernyataan tersebut dapat diuji dan dibuktikan.
Opini
Opini merupakan pendapat, penilaian, atau pandangan seseorang.
Contohnya:
Menurut saya, pembelajaran berbasis teknologi lebih menarik dibandingkan pembelajaran konvensional.
Pernyataan tersebut merupakan pendapat karena terdapat penilaian subjektif.
Cara Membedakan Fakta Dan Opini
Perhatikan beberapa hal berikut:
| Fakta | Opini |
|---|---|
| Dapat dibuktikan | Belum tentu dapat dibuktikan sebagai kebenaran mutlak |
| Berdasarkan peristiwa/data | Berdasarkan pendapat atau penilaian |
| Bersifat objektif | Cenderung subjektif |
| Dapat diverifikasi | Bergantung pada sudut pandang |
Namun, jangan menentukan fakta atau opini hanya berdasarkan keberadaan angka. Perhatikan keseluruhan kalimat dan sumber informasi.
3. Memahami Argumentasi
Teks argumentasi berisi gagasan atau pendapat yang disertai alasan, bukti, contoh, maupun penjelasan.
Pola sederhananya:
Pendapat → alasan → bukti → kesimpulan
Contoh:
Penggunaan transportasi umum perlu ditingkatkan. Transportasi umum dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Dengan berkurangnya kendaraan pribadi, kepadatan lalu lintas dapat ditekan.
Pendapat utama:
Penggunaan transportasi umum perlu ditingkatkan.
Alasan pendukung:
Transportasi umum dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi.
Dalam soal TKA, siswa dapat diminta menentukan argumen yang paling mendukung gagasan penulis.
4. Hubungan Antarparagraf
Paragraf dalam sebuah teks tidak berdiri sendiri. Setiap paragraf biasanya mempunyai hubungan dengan paragraf lainnya.
Hubungan tersebut dapat berupa:
- sebab-akibat;
- pertentangan;
- perbandingan;
- penjelasan;
- penambahan;
- contoh;
- urutan;
- masalah-solusi.
Contoh:
Paragraf 1: menjelaskan masalah pencemaran lingkungan.
Paragraf 2: menjelaskan penyebab pencemaran.
Paragraf 3: menjelaskan dampaknya.
Paragraf 4: menawarkan solusi.
Struktur hubungan tersebut dapat diringkas menjadi:
Masalah → Penyebab → Dampak → Solusi
Kemampuan memahami hubungan antarparagraf membantu siswa menjawab pertanyaan mengenai fungsi sebuah paragraf dalam keseluruhan teks.
5. Hubungan Sebab Dan Akibat
Hubungan sebab-akibat menunjukkan bahwa suatu peristiwa terjadi karena adanya penyebab tertentu.
Contoh:
Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah mengalami banjir.
- Sebab: curah hujan tinggi.
- Akibat: beberapa wilayah mengalami banjir.
Kata yang sering menunjukkan hubungan tersebut antara lain:
- karena;
- sebab;
- sehingga;
- akibatnya;
- oleh karena itu;
- menyebabkan;
- berdampak.
Dalam bacaan yang panjang, hubungan sebab-akibat tidak selalu menggunakan kata-kata tersebut secara langsung. Karena itu, siswa harus memahami hubungan antargagasan.
6. Hubungan Pertentangan Dan Perbandingan
Hubungan pertentangan menunjukkan adanya perbedaan atau kondisi yang berlawanan.
Contoh:
Penggunaan teknologi memberikan banyak manfaat. Namun, penggunaan teknologi yang tidak terkendali juga dapat menimbulkan masalah.
Kata “namun” menunjukkan pertentangan.
Sementara itu, hubungan perbandingan digunakan untuk membandingkan dua objek, gagasan, kondisi, atau pendapat.
Contoh:
Pembelajaran tatap muka memungkinkan interaksi langsung, sedangkan pembelajaran daring memberikan fleksibilitas tempat dan waktu.
Teks tersebut membandingkan dua bentuk pembelajaran.
7. Menarik Kesimpulan Dari Teks
Kesimpulan merupakan hasil pemahaman terhadap keseluruhan informasi dalam teks.
Untuk membuat kesimpulan, siswa harus menggabungkan informasi penting dari beberapa bagian teks.
Contoh:
Penggunaan media digital mempermudah siswa mendapatkan sumber belajar. Namun, siswa perlu memeriksa kebenaran informasi yang ditemukan karena tidak semua informasi di internet dapat dipercaya.
Kesimpulan:
Media digital dapat membantu pembelajaran, tetapi penggunaannya harus disertai kemampuan memilih dan memeriksa informasi.
Kesimpulan yang baik:
- sesuai dengan isi teks;
- tidak terlalu sempit;
- tidak terlalu luas;
- tidak menambahkan informasi baru;
- mencakup gagasan penting.
8. Pemahaman Inferensial
Pemahaman inferensial berarti kemampuan menarik makna atau kesimpulan yang tidak dinyatakan secara langsung.
Contoh:
Raka membaca kembali seluruh materi sebelum mengikuti ujian. Ia juga membuat rangkuman dan mengerjakan latihan soal.
Teks tidak mengatakan:
Raka sedang mempersiapkan ujian.
Namun, pembaca dapat menyimpulkan hal tersebut berdasarkan informasi yang tersedia.
Inilah contoh inferensi.
Dalam TKA, kemampuan inferensial sangat penting karena jawaban tidak selalu dapat ditemukan dengan cara menyalin satu kalimat dari teks.
9. Menentukan Maksud Dan Tujuan Penulis
Penulis dapat memiliki tujuan yang berbeda ketika membuat teks.
Tujuan tersebut dapat berupa:
- memberikan informasi;
- menjelaskan;
- meyakinkan;
- mengajak;
- mengkritik;
- membandingkan;
- memberikan penilaian;
- menyampaikan pandangan.
Untuk menentukan tujuan penulis, perhatikan:
- topik;
- gagasan utama;
- cara penyampaian;
- pilihan kata;
- argumen;
- bagian akhir teks.
Jika teks berisi berbagai alasan untuk mendorong pembaca melakukan sesuatu, kemungkinan tujuan penulis adalah membujuk atau mengajak.
10. Teks Fiksi Dan Sastra
Selain teks nonfiksi, kemampuan memahami teks sastra juga penting.
Bahan bacaan dapat berupa:
- cerpen;
- novel atau penggalan novel;
- puisi;
- prosa;
- teks sastra lainnya.
Dalam membaca teks fiksi, siswa harus memperhatikan unsur-unsur cerita dan bagaimana unsur tersebut membentuk makna keseluruhan.
11. Tokoh Dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan karakter tokoh.
Karakter tokoh dapat diketahui melalui:
- ucapan;
- tindakan;
- pikiran;
- sikap;
- kebiasaan;
- reaksi tokoh lain;
- deskripsi pengarang.
Contoh:
Meskipun mendapat kesempatan untuk mengambil uang yang bukan miliknya, Dimas menyerahkannya kepada petugas sekolah.
Dari tindakan tersebut, Dimas dapat digambarkan sebagai tokoh:
jujur dan bertanggung jawab.
Karakter tidak selalu ditulis secara langsung. Siswa harus mampu menyimpulkan karakter berdasarkan tindakan tokoh.
12. Latar Cerita
Latar menunjukkan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa.
Latar Tempat
Menunjukkan lokasi.
Contoh:
- sekolah;
- rumah;
- pasar;
- kantor;
- desa;
- rumah sakit.
Latar Waktu
Menunjukkan waktu terjadinya peristiwa.
Contoh:
- pagi hari;
- malam hari;
- masa lalu;
- hari Minggu;
- musim hujan.
Latar Suasana
Menunjukkan keadaan emosional atau atmosfer cerita.
Contoh:
- tegang;
- sedih;
- bahagia;
- menakutkan;
- tenang.
Latar tidak hanya menjadi tempat terjadinya peristiwa. Latar juga dapat membantu membangun suasana dan memperkuat konflik.
13. Alur Cerita
Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam cerita.
Secara umum, perkembangan cerita dapat dipahami melalui:
Pengenalan → Muncul Konflik → Perkembangan Konflik → Klimaks → Penyelesaian
Siswa harus mampu menentukan:
- peristiwa awal;
- penyebab konflik;
- perkembangan konflik;
- peristiwa paling penting;
- penyelesaian masalah.
Pemahaman alur juga membantu ketika soal meminta siswa memprediksi kejadian berikutnya.
14. Konflik
Konflik merupakan permasalahan yang dialami tokoh.
Konflik dapat berupa:
Konflik Internal
Konflik yang terjadi dalam diri tokoh.
Contoh:
Tokoh merasa bimbang antara mengikuti keinginan orang tua dan mengejar cita-citanya.
Konflik Eksternal
Konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya.
Misalnya:
- tokoh dengan tokoh lain;
- tokoh dengan keluarga;
- tokoh dengan lingkungan;
- tokoh dengan keadaan sosial.
Menentukan konflik membantu siswa memahami mengapa tokoh mengambil tindakan tertentu.
15. Amanat Dan Pesan Tersirat
Amanat adalah pesan atau nilai yang dapat diperoleh dari cerita.
Misalnya sebuah cerita menggambarkan seseorang yang tetap berusaha meskipun mengalami kegagalan.
Amanatnya dapat berupa:
Kegagalan bukan alasan untuk berhenti berusaha.
Amanat tidak selalu ditulis secara langsung. Oleh karena itu, siswa perlu memperhatikan:
- tindakan tokoh;
- konflik;
- penyelesaian;
- perubahan karakter;
- akhir cerita.
16. Prediksi Kelanjutan Cerita
Siswa dapat diminta memperkirakan apa yang kemungkinan terjadi selanjutnya.
Prediksi harus berdasarkan:
- peristiwa sebelumnya;
- karakter tokoh;
- konflik;
- hubungan sebab-akibat;
- pola cerita.
Prediksi yang benar bukanlah jawaban yang paling menarik, melainkan jawaban yang paling logis berdasarkan informasi dalam teks.
17. Makna Denotatif Dan Konotatif
Makna kata harus dipahami sesuai konteks.
Makna Denotatif
Makna sebenarnya.
Contoh:
Ayah membeli bunga di pasar.
Bunga berarti bagian tumbuhan.
Makna Konotatif
Makna kias atau makna tambahan.
Contoh:
Rina menjadi bunga desa.
“Bunga desa” bukan berarti bunga sebagai tanaman, tetapi merupakan ungkapan untuk menggambarkan perempuan yang dianggap paling menarik di suatu lingkungan.
Dalam TKA, siswa harus membaca kalimat dan konteks keseluruhan, bukan hanya melihat arti kata secara terpisah.
18. Diksi
Diksi adalah pilihan kata yang digunakan penulis.
Pilihan kata dapat memengaruhi:
- makna;
- suasana;
- ketepatan informasi;
- keindahan bahasa;
- kekuatan argumentasi.
Contoh:
Ia berjalan menuju rumah.
berbeda nuansanya dengan:
Ia tertatih-tatih menuju rumah.
Kata “tertatih-tatih” memberikan informasi tambahan mengenai kondisi tokoh.
Dalam teks sastra, diksi juga dapat membangun suasana.
19. Kata Serapan
Kata serapan merupakan kata yang berasal dari bahasa lain dan digunakan dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
- aktivitas;
- kualitas;
- informasi;
- komunikasi;
- teknologi;
- sistem;
- analisis;
- praktik.
Siswa perlu memahami bahwa kata serapan dapat mengalami penyesuaian bentuk dan ejaan.
Selain mengetahui bentuk katanya, siswa perlu mampu memahami maknanya dalam konteks bacaan.
20. Istilah Khusus Dan Istilah Teknis
Istilah teknis adalah istilah yang digunakan secara khusus dalam bidang tertentu.
Contoh:
| Bidang | Istilah |
|---|---|
| Biologi | ekosistem |
| Ekonomi | inflasi |
| Teknologi | algoritma |
| Pendidikan | asesmen |
| Lingkungan | emisi |
| Kesehatan | diagnosis |
Makna istilah harus dipahami sesuai konteks bidangnya.
Sebuah kata dapat memiliki makna khusus ketika digunakan dalam bidang tertentu.
21. Kalimat Efektif
Kalimat efektif merupakan kalimat yang mampu menyampaikan gagasan secara jelas, tepat, logis, dan tidak berlebihan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- kejelasan struktur;
- ketepatan kata;
- kehematan;
- kepaduan;
- kesejajaran;
- ketegasan.
Contoh tidak efektif:
Para siswa-siswa sedang belajar bersama-sama.
Perbaikannya:
Para siswa sedang belajar bersama.
Pengulangan yang tidak diperlukan membuat kalimat menjadi tidak hemat.
22. Struktur Kalimat
Siswa perlu mengenali unsur penting dalam kalimat, terutama:
- subjek;
- predikat;
- objek;
- pelengkap;
- keterangan.
Contoh:
Siswa membaca buku di perpustakaan.
- Siswa = subjek
- membaca = predikat
- buku = objek
- di perpustakaan = keterangan
Pemahaman struktur kalimat membantu siswa menentukan apakah sebuah kalimat sudah jelas dan efektif.
23. Kehematan Kata
Kalimat efektif tidak menggunakan kata yang tidak diperlukan.
Contoh:
Ia masuk ke dalam ruangan.
Dalam konteks tertentu, dapat dibuat:
Ia masuk ruangan.
Contoh lain:
Para siswa semuanya hadir.
Dapat dibuat:
Semua siswa hadir.
Kehematan bukan berarti menghilangkan kata secara sembarangan. Kata hanya dihilangkan jika memang tidak diperlukan dan makna kalimat tetap jelas.
24. Keparalelan
Keparalelan berarti bentuk kata atau struktur yang digunakan dalam suatu rangkaian harus sejajar.
Contoh tidak tepat:
Kegiatan tersebut meliputi membaca buku, menulis laporan, dan diskusi.
Bentuknya tidak sejajar.
Lebih baik:
Kegiatan tersebut meliputi membaca buku, menulis laporan, dan berdiskusi.
Bentuk predikat dibuat sejajar.
25. Ketepatan Ejaan
Siswa perlu memahami penggunaan ejaan dalam teks.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- huruf kapital;
- penulisan kata;
- kata serapan;
- kata depan;
- imbuhan;
- tanda baca.
Contoh:
di sekolah
“di” ditulis terpisah karena menunjukkan tempat.
Sementara:
dibaca
“di-” ditulis serangkai karena merupakan imbuhan.
26. Tanda Baca
Tanda baca membantu pembaca memahami struktur dan maksud kalimat.
Beberapa tanda baca yang perlu dikuasai:
Titik (.)
Digunakan untuk mengakhiri kalimat berita.
Koma (,)
Dapat digunakan untuk memisahkan unsur dalam perincian atau bagian tertentu dalam kalimat.
Contoh:
Buku, pensil, dan penghapus tersedia di meja.
Titik Dua (:)
Dapat digunakan sebelum perincian tertentu.
Contoh:
Ia membawa tiga benda: buku, pensil, dan penghapus.
Tanda Tanya (?)
Digunakan pada akhir kalimat tanya.
Tanda Seru (!)
Digunakan pada kalimat tertentu yang menyatakan perintah, seruan, atau emosi yang kuat.
27. Memahami Informasi Dari Lebih Dari Satu Teks
Kemampuan membaca dapat melibatkan lebih dari satu teks.
Misalnya:
Teks 1: membahas manfaat teknologi.
Teks 2: membahas risiko teknologi.
Siswa harus dapat menemukan:
- persamaan;
- perbedaan;
- informasi yang saling mendukung;
- informasi yang bertentangan;
- sudut pandang masing-masing teks;
- kesimpulan berdasarkan kedua teks.
Cara membacanya bukan dengan memahami teks secara terpisah saja, tetapi kemudian menghubungkan informasi dari kedua teks.
28. Mengevaluasi Informasi
Mengevaluasi berarti menilai informasi berdasarkan bukti dan konteks.
Ketika membaca artikel atau teks argumentasi, tanyakan:
- Apa klaim utama penulis?
- Apa alasan yang diberikan?
- Apakah terdapat bukti?
- Apakah bukti tersebut mendukung klaim?
- Apakah terdapat informasi yang bertentangan?
- Apakah kesimpulan penulis masuk akal?
Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya menjadi pembaca yang memahami isi, tetapi juga menjadi pembaca kritis.
29. Menentukan Relevansi Informasi
Informasi yang terdapat dalam teks belum tentu semuanya memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Siswa perlu menentukan apakah suatu informasi:
- mendukung gagasan utama;
- memberikan contoh;
- memberikan bukti;
- menjelaskan istilah;
- memperluas pembahasan;
- tidak berhubungan dengan topik.
Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki hubungan jelas dengan persoalan yang sedang dibahas.
30. Strategi Membaca Untuk TKA
Agar materi kelas 11 benar-benar menjadi bekal menghadapi TKA, siswa perlu membangun kebiasaan membaca dengan langkah berikut.
Langkah 1 — Baca Judul Dan Topik
Tentukan terlebih dahulu kemungkinan topik bacaan.
Langkah 2 — Temukan Gagasan Utama
Tanyakan:
“Apa yang sebenarnya dibahas dalam teks ini?”
Langkah 3 — Identifikasi Informasi Penting
Cari:
- fakta;
- opini;
- data;
- argumen;
- contoh;
- sebab;
- akibat;
- kesimpulan.
Langkah 4 — Perhatikan Hubungan Antarbagian
Hubungkan:
kalimat → paragraf → bagian teks → keseluruhan teks
Langkah 5 — Buat Kesimpulan
Ringkas teks menggunakan bahasa sendiri tanpa menambahkan informasi yang tidak ada dalam bacaan.
Langkah 6 — Periksa Bukti
Jika soal meminta simpulan atau inferensi, pastikan jawaban memiliki dasar yang dapat ditemukan dalam teks.
Langkah 7 — Untuk Teks Sastra, Perhatikan Unsur Cerita
Periksa:
- tokoh;
- karakter;
- latar;
- alur;
- konflik;
- sudut pandang;
- amanat;
- suasana.
31. Peta Materi Kelas 11 Yang Berkaitan Dengan TKA
| Kelompok Materi | Materi | Kemampuan Yang Perlu Dikuasai |
|---|---|---|
| Teks nonfiksi | Ide pokok | Menentukan gagasan utama |
| Teks nonfiksi | Informasi tersurat | Menemukan informasi langsung |
| Teks nonfiksi | Gagasan pendukung | Menemukan penjelasan terhadap gagasan utama |
| Teks nonfiksi | Fakta dan opini | Membedakan fakta dan pendapat |
| Teks nonfiksi | Argumentasi | Menilai alasan dan bukti |
| Struktur teks | Hubungan antarparagraf | Memahami hubungan antargagasan |
| Inferensi | Informasi tersirat | Menarik kesimpulan |
| Inferensi | Prediksi | Memperkirakan kelanjutan berdasarkan teks |
| Sastra | Tokoh | Mengenali pelaku cerita |
| Sastra | Penokohan | Menentukan karakter tokoh |
| Sastra | Latar | Menentukan tempat, waktu, suasana |
| Sastra | Alur | Memahami urutan peristiwa |
| Sastra | Konflik | Menentukan masalah dalam cerita |
| Sastra | Amanat | Menemukan pesan |
| Kosakata | Denotasi | Memahami makna sebenarnya |
| Kosakata | Konotasi | Memahami makna kias |
| Kosakata | Diksi | Memahami pilihan kata |
| Kosakata | Kata serapan | Mengenali dan memahami kata serapan |
| Kosakata | Istilah teknis | Memahami istilah sesuai konteks |
| Kebahasaan | Kalimat efektif | Menilai ketepatan kalimat |
| Kebahasaan | Struktur kalimat | Mengenali unsur kalimat |
| Kebahasaan | Kehematan | Menghindari kata berlebihan |
| Kebahasaan | Keparalelan | Menjaga kesejajaran bentuk |
| Kebahasaan | Ejaan | Menilai ketepatan penulisan |
| Kebahasaan | Tanda baca | Menggunakan tanda baca secara tepat |
| Literasi | Perbandingan teks | Menghubungkan informasi dari beberapa teks |
| Literasi | Evaluasi informasi | Menilai kualitas dan dukungan informasi |
| Literasi | Relevansi | Menentukan keterkaitan informasi |
32. Inti Yang Harus Dikuasai Siswa Kelas 11
Jika seluruh materi tersebut diringkas, kemampuan utama yang perlu dibangun siswa kelas 11 adalah:
- Memahami isi teks secara menyeluruh.
- Menemukan informasi tersurat.
- Menentukan ide pokok dan gagasan pendukung.
- Membedakan fakta dan opini.
- Memahami argumentasi dan bukti.
- Menganalisis hubungan antarkalimat dan antarparagraf.
- Menarik kesimpulan berdasarkan informasi dalam teks.
- Membuat inferensi terhadap informasi tersirat.
- Menganalisis tokoh, penokohan, latar, alur, konflik, dan amanat dalam teks sastra.
- Memahami makna denotatif dan konotatif.
- Memahami diksi, kata serapan, dan istilah teknis.
- Menilai keefektifan dan ketepatan kalimat.
- Memahami ejaan dan tanda baca.
- Membandingkan dan menghubungkan informasi dari beberapa teks.
- Mengevaluasi informasi secara kritis.
Penutup
Materi Bahasa Indonesia kelas 11 yang berkaitan dengan TKA pada dasarnya mengarahkan siswa untuk menjadi pembaca yang lebih kritis. Siswa tidak cukup hanya mengetahui pengertian fakta, opini, ide pokok, tokoh, latar, kalimat efektif, atau kata serapan, tetapi harus mampu menggunakan pengetahuan tersebut ketika membaca teks baru.
Oleh karena itu, belajar untuk TKA sebaiknya dilakukan dengan memperbanyak latihan membaca teks nonfiksi dan sastra. Setiap bacaan perlu dianalisis dari sisi informasi, gagasan, hubungan antarinformasi, makna kata, struktur, penalaran, serta ketepatan bahasa, sehingga kemampuan yang dibangun di kelas 11 menjadi dasar yang kuat untuk menghadapi tuntutan literasi pada TKA.