Segala sesuatu di dunia ini telah ditetapkan ketentuan ukurannya oleh Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang mengetahunya. Terhadap ketentuan Allah Swt. tersebut sebaiknya manusia …. Pertanyaan ini mengajak kita memahami sikap yang tepat ketika berhadapan dengan ketentuan Allah Swt. yang bersifat pasti, tetapi tersembunyi dari pengetahuan manusia. Dalam pembahasannya, akan dijelaskan hubungan antara takdir, usaha, dan doa dalam kehidupan sehari-hari. Uraian ini juga membantu membedakan sikap pasif, keluh kesah, dan sikap aktif yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Dengan demikian, pembaca memperoleh gambaran utuh tentang pilihan sikap yang paling benar dan bijak.
Segala sesuatu di dunia ini telah ditetapkan ketentuan ukurannya oleh Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang mengetahunya. Terhadap ketentuan Allah Swt. tersebut sebaiknya manusia ….
A. Membiarkannya tanpa berusaha dan berikhtiar
Pilihan ini menggambarkan sikap pasrah yang keliru. Memang benar bahwa Allah Swt. telah menetapkan takdir bagi setiap makhluk-Nya, namun ketetapan tersebut tidak dimaksudkan agar manusia berhenti berusaha. Islam mengajarkan bahwa manusia diberi akal, tenaga, dan kesempatan untuk berikhtiar dalam menjalani kehidupan. Sikap membiarkan semuanya tanpa usaha justru bertentangan dengan tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Tanpa ikhtiar, manusia akan terjebak pada kemalasan dan kehilangan tanggung jawab atas dirinya sendiri. Oleh karena itu, sikap ini tidak tepat dalam menyikapi ketentuan Allah Swt.
B. Menjalani kehidupannya dengan berkeluh kesah
Keluh kesah yang berlebihan menunjukkan ketidakrelaan terhadap ketentuan Allah Swt. Mengeluh terus-menerus dapat melemahkan semangat dan mengaburkan hikmah di balik setiap peristiwa. Dalam Islam, musibah dan kesulitan dipandang sebagai ujian yang mengandung pelajaran dan peluang untuk meningkatkan keimanan. Jika manusia hanya berkeluh kesah, maka ia akan sulit melihat solusi dan tidak mampu memperbaiki keadaan. Sikap yang dianjurkan adalah sabar dan optimis, bukan larut dalam keluhan. Dengan demikian, pilihan ini juga tidak sesuai.
C. Mempertanyakan keadilan Allah Swt. atas takdir yang diterimanya
Mempertanyakan keadilan Allah Swt. berarti meragukan sifat Maha Adil-Nya. Sikap ini berbahaya karena dapat mengikis keimanan seseorang. Dalam ajaran Islam, diyakini bahwa setiap ketentuan Allah Swt. pasti adil dan mengandung hikmah, meskipun manusia tidak selalu memahaminya. Keterbatasan pengetahuan manusia membuatnya tidak mampu melihat keseluruhan rencana Allah Swt. Oleh sebab itu, mempertanyakan keadilan Allah Swt. bukanlah sikap yang benar, melainkan menunjukkan kurangnya keyakinan dan tawakal.
D. Wajib berusaha sekuat tenaga serta mengiringinya dengan berdoa
Pilihan ini merupakan sikap yang paling tepat dan sesuai dengan ajaran Islam. Manusia diperintahkan untuk berusaha secara maksimal dalam mencapai tujuan hidupnya, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Usaha tersebut harus disertai dengan doa sebagai bentuk pengakuan bahwa hasil akhir berada di tangan Allah Swt. Dengan berdoa, manusia menunjukkan ketergantungannya kepada Allah Swt., sekaligus memohon pertolongan dan keberkahan. Kombinasi antara ikhtiar dan doa mencerminkan keseimbangan antara usaha manusia dan ketentuan Ilahi. Inilah sikap ideal dalam menyikapi takdir, karena manusia tetap aktif, optimis, dan berserah diri kepada Allah Swt.
Penutup (Jawaban Ringkas)
Jadi, jawaban dari pertanyaan Segala sesuatu di dunia ini telah ditetapkan ketentuan ukurannya oleh Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang mengetahunya. Terhadap ketentuan Allah Swt. tersebut sebaiknya manusia …. adalah wajib berusaha sekuat tenaga serta mengiringinya dengan berdoa. Sikap inilah yang mencerminkan keimanan, tanggung jawab, dan ketawakalannya kepada Allah Swt.