Simaklah artikel berikut!
Kekerasan dan Penganiayaan terhadap Anak Angka kekerasan terhadap anak masih tinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil survei nasional mengenai kekerasan terhadap anak pada 2018, Kementerian PPPA menyatakan bahwa 62% anak perempuan dan lelaki mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya.
Survei tersebut menemukan bahwa satu dari 11 anak perempuan, satu dari 17 anak lelaki mengalami kekerasan seksual, dan 3 dari 5 anak perempuan dan separuh dari semua anak lelaki mengalami kekerasan emosional.
Anak-anak Indonesia mengalami berbagai bentuk kekerasan di lingkungan yang seharusnya aman dan di tangan orang yang seharusnya dapat mereka percayai. Data baru mengungkap bahwa anak Indonesia terpapar, baik agresi psikologis maupun hukuman fisik di rumah.
Ada pula survei pada 2018 yang menemukan bahwa 41% dari anak 15 tahun di Indonesia mengalami perundungan di sekolah minimal beberapa kali dalam sebulan, serta melibatkan kekerasan fisik dan psikologis.
Perundungan, baik fisik maupun psikologis, termasuk yang dilakukan melalui media sosial merupakan permasalahan yang makin marak terjadi di kalangan remaja Indonesia.
Studi Kementerian PPPA menyimpulkan bahwa 12–15% anak lelaki dan perempuan usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan melalui media daring dalam 12 bulan terakhir.
Kekerasan terhadap anak oleh guru juga merupakan isu yang signifikan. Sebanyak 20% peserta didik lelaki dan 75% peserta didik perempuan melaporkan pernah dipukul, ditampar, atau dengan sengaja dilukai secara fisik oleh guru dalam 12 bulan terakhir.
Setelah menyimak artikel tersebut, berikan tanda centang pada kolom Benar atau Salah untuk menunjukkan jawaban yang tepat berdasarkan pernyataan berikut!
– Kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang-orang terdekat lingkungan mereka. [Benar]
– Anak perempuan lebih berisiko mengalami kekerasan seksual dibandingkan laki-laki. [Salah]
– Peserta didik laki-laki lebih berisiko mengalami kekerasan di sekolah. [Benar]