Hitam, hitam sekali penghidupan perempuan bangsa kita di masa silam, lebih hitam, lebih kelam, dari malam yang gelap! Perempuan bukan manusia seperti laki-laki yang mempunyai pikiran dan pemandangan sendiri, yang mempunyai hidup sendiri.
Perempuan hanya hamba sahaya, perempuan hanya budak yang harus bekerja dan melahirkan anak bagi laki-laki, dengan tiada memiliki hak. Setinggi-tingginya ia menjadi perhiasan, menjadi permainan, yang dimulia-muliakan selagi disukai, tetapi dibuang dan ditukar, apabila telah kabur cahayanya, telah hilang sarinya.
Sebagaimana pepatah menyatakan habis manis sepah dibuang.
Kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut menggunakan majas yang sama dengan kalimat …
a. Tidak, saya tidak mau lagi bertemu dengan dia, tidak juga sekarang dan nanti.
b. Anak, cucu, ayah, ibu, nenek, kakek sampai bebuyutan hadir dalam pesta upacara adat itu.
c. Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta Saudara-saudara saya minta kita harus tetap bersatu padu.
d. Sekali merdeka, kita harus tetap mempertahankan dalam berbagai hal.
e. Pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.
Jawaban : E