Jadikan UN Seperti Ingin Selfie 1) Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, Nizam, mengimbau supaya anak-anak tidak menganggap Ujian Nasional (UN) sebagai momok yang menakutkan. Jadikan UN sebagai moment ketika ingin selfie. 2) “Jadi, kita ingin anak-anak tidak menjadikan UN sebagai momok. Akan tetapi, anggap UN itu seperti mau selfie-lah,” kata Nizam dalam program “Trending Topic Metro TV,” Kamis (29/1/2015). 3) Untuk menjadikan moment UN dengan riang sama seperti selfie, UN tahun 2015 tidak lagi dijadikan syarat kelulusan siswa. Namun, semua siswa tetap harus mengikuti pelaksanaan ujian. 4) “Jadi, boleh bergembira sekarang, UN tahun 2015 insyaallah tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Pemerintah melakukan pemetaan dari capaian siswa,” imbuh Nizam. 5) Menurut Nizam, UN hanya bertujuan untuk mengukur standar kompetensi kelulusan setiap siswa. Akan tetapi, kelulusan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada setiap sekolah. Proses penilaian anak sudah dilakukan sejak awal masuk jenjang sekolah. Jadi, sekolah mengetahui kemampuan anak didiknya. Sementara itu, tugas pemerintah adalah melihat ketercapaian standar dari kemampuan anak tersebut. Tanggapan yang tepat terhadap masalah kutipan berita di atas adalah …

Jadikan UN Seperti Ingin Selfie

1) Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, Nizam, mengimbau supaya anak-anak tidak menganggap Ujian Nasional (UN) sebagai momok yang menakutkan. Jadikan UN sebagai moment ketika ingin selfie.

2) “Jadi, kita ingin anak-anak tidak menjadikan UN sebagai momok. Akan tetapi, anggap UN itu seperti mau selfie-lah,” kata Nizam dalam program “Trending Topic Metro TV,” Kamis (29/1/2015).

3) Untuk menjadikan moment UN dengan riang sama seperti selfie, UN tahun 2015 tidak lagi dijadikan syarat kelulusan siswa. Namun, semua siswa tetap harus mengikuti pelaksanaan ujian.

4) “Jadi, boleh bergembira sekarang, UN tahun 2015 insyaallah tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Pemerintah melakukan pemetaan dari capaian siswa,” imbuh Nizam.

5) Menurut Nizam, UN hanya bertujuan untuk mengukur standar kompetensi kelulusan setiap siswa. Akan tetapi, kelulusan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada setiap sekolah. Proses penilaian anak sudah dilakukan sejak awal masuk jenjang sekolah. Jadi, sekolah mengetahui kemampuan anak didiknya. Sementara itu, tugas pemerintah adalah melihat ketercapaian standar dari kemampuan anak tersebut.

Tanggapan yang tepat terhadap masalah kutipan berita di atas adalah …

a. Siswa takut menghadapi UN disebabkan banyak faktor, terutama tuntutan untuk mendapat nilai bagus.

b. Jika siswa mencapai nilai UN rendah pihak sekolah akan mendapat peringatan dari dinas pendidikan terkait.

c. UN tidak penting bagi siswa SMA karena nilai UN tidak bisa digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

d. Berita UN bukan penentu kelulusan memberi angin segar bagi siswa yang malas belajar.

e. Beban sekolah semakin berat karena harus memutuskan kelulusan dan ketidaklulusan siswanya.

Jawaban : A

Related posts