Kumpulan Contoh Soal Teks Monolog (Bahasa Indonesia) Kelas 10 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban (Pilihan Ganda dan Esai)

Kumpulan Contoh Soal Teks Monolog (Bahasa Indonesia) Kelas 10 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban (Pilihan Ganda dan Esai)

TANYA.WISLAH.COM – Tulisan dengan judul “Kumpulan Contoh Soal Teks Monolog (Bahasa Indonesia) Kelas 10 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban (Pilihan Ganda dan Esai)” ini memuat kumpulan contoh latihan soal untuk ujian tengah semester (UTS/PTS) dan ujian akhir semester (PAT/UAS/PAS) yang relevan dengan materi teks monolog pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 Kurikulum Merdeka. Soal-soal ini disusun berdasarkan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum, mencakup pemahaman konsep, analisis teks, serta penulisan dan penyampaian monolog.

A. Soal Pilihan Ganda Tentang Teks Monolog Kelas 10 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban

  1. Apa yang dimaksud dengan monolog? A. Percakapan antara dua orang atau lebih. B. Pembicaraan yang dilakukan oleh satu orang dengan dirinya sendiri. C. Pembicaraan yang dilakukan oleh satu orang di depan banyak orang. D. Percakapan yang dilakukan melalui telepon. Jawabannya: B
  2. Apa fungsi utama dari monolog? A. Menghibur penonton. B. Menyampaikan informasi kepada pendengar. C. Mengungkapkan perasaan, pikiran, atau gagasan dari tokoh. D. Mengajak penonton untuk berinteraksi. Jawabannya: C
  3. Unsur intrinsik apa yang paling menonjol dalam monolog? A. Alur B. Setting C. Tokoh D. Amanat Jawabannya: C. Tokoh adalah unsur paling menonjol dalam monolog karena seluruh isi monolog berpusat pada ungkapan perasaan, pikiran, dan gagasan dari satu tokoh tersebut.
  4. Bagaimana cara menyampaikan kritik sosial melalui monolog? A. Menggunakan bahasa yang kasar dan tidak sopan. B. Menghina pihak yang dikritik. C. Menggunakan humor atau sindiran yang cerdas. D. Menyerang pribadi pihak yang dikritik. Jawabannya: C. Humor dan sindiran yang cerdas dapat membuat kritik sosial lebih mudah diterima dan dipahami oleh penonton, tanpa menimbulkan kesan menggurui atau menyudutkan.
  5. Apa yang dimaksud dengan “lawakan tunggal”? A. Pertunjukan komedi yang dilakukan oleh satu orang. B. Pertunjukan komedi yang dilakukan oleh dua orang. C. Pertunjukan komedi yang dilakukan oleh sekelompok orang. D. Pertunjukan komedi yang dilakukan melalui media sosial. Jawabannya: A. Lawakan tunggal adalah bentuk komedi yang disampaikan oleh satu orang, biasanya dengan menggunakan humor verbal dan non-verbal untuk menghibur penonton.
  6. Apa ciri-ciri utama dari monolog? A. Berisi percakapan antara dua orang atau lebih. B. Berisi ungkapan perasaan, pikiran, atau gagasan dari satu tokoh. C. Berisi informasi yang disampaikan kepada pendengar. D. Berisi ajakan untuk berinteraksi dengan penonton. Jawabannya: B. Monolog adalah bentuk tuturan yang disampaikan oleh satu tokoh, baik kepada dirinya sendiri maupun kepada penonton, untuk mengungkapkan isi hati, pikiran, atau gagasannya.
  7. Apa tujuan dari menyampaikan kritik sosial melalui monolog? A. Menjatuhkan pihak yang dikritik. B. Menghibur penonton dengan cara yang lucu. C. Menyampaikan informasi kepada pendengar. D. Menyampaikan keprihatinan terhadap suatu masalah sosial dan mendorong perubahan. Jawabannya: D. Kritik sosial dalam monolog bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan suatu masalah, mengajak mereka untuk berpikir kritis, dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
  8. Apa yang harus diperhatikan saat menulis teks monolog yang mengandung kritik sosial? A. Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan. B. Mengungkapkan kritik secara langsung dan blak-blakan. C. Menghindari penggunaan humor atau sindiran. D. Memfokuskan kritik pada masalah, bukan pada pribadi. Jawabannya: A. Penggunaan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan penting agar kritik dapat diterima dengan baik oleh penonton dan tidak menimbulkan reaksi negatif.
  9. Bagaimana cara menilai akurasi kritik sosial yang disampaikan dalam monolog? A. Memeriksa apakah kritik tersebut sesuai dengan fakta dan data yang ada. B. Mempertimbangkan apakah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang sopan. C. Memeriksa apakah kritik tersebut disampaikan dengan humor yang lucu. D. Mempertimbangkan apakah kritik tersebut dapat diterima oleh semua orang. Jawabannya: A. Akurasi kritik sosial dapat dinilai dengan membandingkan isi monolog dengan fakta dan data yang relevan, serta mempertimbangkan sumber informasi yang digunakan.
  10. Apa manfaat dari menampilkan lawakan tunggal yang mengandung kritik sosial? A. Menghibur penonton dan membuat mereka tertawa. B. Menyampaikan kritik sosial dengan cara yang lebih mudah diterima. C. Mengajak penonton untuk berpikir kritis tentang suatu masalah sosial. D. Semua jawaban benar. Jawabannya: D. Lawakan tunggal yang mengandung kritik sosial dapat menghibur, menyampaikan pesan dengan cara yang menarik, dan merangsang pemikiran kritis penonton.
  11. Apa saja unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah monolog? A. Tema, alur, tokoh, watak, latar, dan amanat. B. Tema, alur, tokoh, watak, latar, dan konflik. C. Tema, alur, tokoh, watak, latar, dan sudut pandang. D. Tema, alur, tokoh, watak, latar, dan gaya bahasa. Jawabannya: C. Unsur-unsur intrinsik dalam monolog meliputi tema, alur, tokoh, watak, latar, dan sudut pandang yang digunakan oleh tokoh dalam menyampaikan monolognya.
  12. Apa saja langkah-langkah dalam menulis naskah monolog? A. Menentukan tema, mengembangkan alur, menciptakan tokoh, menentukan latar, dan menulis naskah. B. Menentukan tema, menciptakan tokoh, mengembangkan alur, menentukan latar, dan menulis naskah. C. Menciptakan tokoh, menentukan tema, mengembangkan alur, menentukan latar, dan menulis naskah. D. Menentukan latar, menciptakan tokoh, menentukan tema, mengembangkan alur, dan menulis naskah. Jawabannya: A. Langkah-langkah menulis naskah monolog dimulai dengan menentukan tema, kemudian mengembangkan alur cerita, menciptakan tokoh yang sesuai dengan tema, menentukan latar tempat dan waktu, dan terakhir menulis naskah monolog secara keseluruhan.
  13. Bagaimana cara menyampaikan monolog dengan baik? A. Berbicara dengan cepat dan tidak jelas. B. Membaca naskah tanpa ekspresi. C. Berbicara dengan intonasi yang datar. D. Menghayati peran dan menyampaikan pesan dengan jelas dan ekspresif. Jawabannya: D. Penyampaian monolog yang baik melibatkan penghayatan peran, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi suara yang tepat agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan mengena kepada penonton.
  14. Apa yang dimaksud dengan “pesan” dalam monolog? A. Isi atau makna yang ingin disampaikan oleh tokoh melalui monolognya. B. Cara penyampaian monolog oleh tokoh. C. Reaksi penonton terhadap monolog. D. Tempat dan waktu terjadinya monolog. Jawabannya: A. Pesan dalam monolog adalah gagasan, perasaan, atau kritik yang ingin disampaikan oleh tokoh kepada penonton melalui tuturannya.
  15. Apa tujuan dari menganalisis teks monolog? A. Untuk memahami isi, pesan, dan makna yang terkandung dalam monolog. B. Untuk menilai kualitas akting dari tokoh yang menyampaikan monolog. C. Untuk mengetahui latar belakang penulis naskah monolog. D. Untuk mengetahui reaksi penonton terhadap monolog. Jawabannya: A. Analisis teks monolog bertujuan untuk menggali makna tersirat, pesan moral, dan nilai-nilai yang terkandung dalam monolog, serta memahami konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya.

B. Soal Esai Tentang Teks Monolog Kelas 10 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban

Teks Monolog untuk Soal Nomor 1-5:

(Suara langkah kaki terdengar mendekat, lalu berhenti. Seorang perempuan muda, sebut saja namanya Anya, muncul di tengah panggung. Ia terlihat lelah dan frustrasi.)

Anya: (Menghela napas panjang) Lagi-lagi, aku terlambat. Kenapa sih hidupku selalu dikejar-kejar waktu? Padahal, aku sudah bangun pagi-pagi, bahkan sebelum ayam berkokok. Tapi, tetap saja macet di jalan itu seperti tidak ada habisnya.

(Anya mengeluarkan ponselnya dan melihat beberapa notifikasi yang masuk. Ia mengerutkan kening.)

Anya: (Dengan nada kesal) Lihat! Sudah banyak pesan dari bos yang menanyakan keberadaanku. Pasti dia marah lagi. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi apa daya kalau jalanan seperti neraka setiap pagi.

(Anya berjalan mondar-mandir sambil menggerutu.)

Anya: Kadang aku berpikir, apakah aku harus pindah rumah saja? Tapi, di mana lagi aku bisa menemukan tempat tinggal yang terjangkau dengan fasilitas yang memadai? Harga sewa rumah di kota ini semakin menggila, sementara gajiku hanya cukup untuk makan dan membayar cicilan.

(Anya berhenti sejenak, lalu menatap ke arah penonton.)

Anya: Kalian tahu, kadang aku merasa seperti hamster yang berlari-lari di dalam roda. Setiap hari, rutinitasku sama saja: bangun, mandi, sarapan, berangkat kerja, pulang kerja, makan malam, tidur. Tidak ada waktu untuk bersenang-senang, tidak ada waktu untuk mengejar mimpi.

(Anya menghela napas panjang sekali lagi.)

Anya: Tapi, ya sudahlah. Mungkin ini memang takdirku. Aku hanya bisa berharap semoga suatu hari nanti, keadaanku akan berubah. Semoga…

(Anya berjalan keluar panggung dengan langkah gontai.)

Soal:

  1. Identifikasilah tema utama dari monolog tersebut! Jawabannya: Tema utama dari monolog tersebut adalah keluhan dan frustrasi terhadap rutinitas hidup yang membosankan dan penuh tekanan.
  2. Analisislah penggunaan bahasa dalam monolog tersebut, serta jelaskan bagaimana bahasa tersebut mencerminkan perasaan dan pikiran tokoh! Jawabannya: Monolog tersebut menggunakan bahasa sehari-hari yang lugas dan ekspresif, seperti “dikejar-kejar waktu”, “neraka setiap pagi”, dan “seperti hamster yang berlari-lari di dalam roda”. Penggunaan bahasa ini mencerminkan perasaan frustrasi, kelelahan, dan ketidakberdayaan yang dialami oleh tokoh Anya.
  3. Identifikasilah kritik sosial yang tersirat dalam monolog tersebut! Jawabannya: Kritik sosial yang tersirat dalam monolog tersebut adalah masalah kemacetan lalu lintas yang parah, biaya hidup yang tinggi, dan tuntutan pekerjaan yang menyita waktu dan energi, sehingga membuat individu merasa terjebak dalam rutinitas yang membosankan dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri.
  4. Jika kamu diminta untuk menulis kelanjutan dari monolog tersebut, bagaimana kamu akan mengembangkan cerita Anya? Jelaskan! Jawabannya: Saya akan mengembangkan cerita Anya dengan memberikan solusi atau tindakan yang ia ambil untuk mengatasi masalahnya. Misalnya, Anya bisa mencari pekerjaan baru yang lebih fleksibel, pindah ke tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor, atau mencari cara untuk mengelola waktu dan stres dengan lebih baik.
  5. Berdasarkan monolog tersebut, buatlah sebuah teks eksposisi singkat yang membahas tentang masalah kemacetan lalu lintas di perkotaan dan dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat! Jawabannya: Kemacetan lalu lintas di perkotaan telah menjadi masalah yang semakin parah dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup masyarakat. Kemacetan menyebabkan pemborosan waktu, energi, dan biaya, serta meningkatkan tingkat stres dan polusi udara. Selain itu, kemacetan juga dapat menghambat aktivitas ekonomi dan sosial, serta menurunkan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah kemacetan ini, seperti pengembangan transportasi publik yang efisien, pengaturan lalu lintas yang lebih baik, dan kampanye penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Related posts